Nilai Tambah, Keuntungan, Gula, ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK HASIL OLAHAN AREN

  • Roudotul Janah N
  • Muhammad Nu'man Adinasa
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis nilai tambah dari pengolahan produk berbasis aren, yaitu gula merah, sapu ijuk, dan gula semut, dengan mengkaji aspek biaya produksi, tenaga kerja, dan keuntungan yang diperoleh dari setiap jenis pengolahan. Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi yaitu dengan cara purposive sampling. Analisis data para penelitian menggunakan analisis data primer dan sekunder, data primer yang dihasilkan dari proses wawancara kepada para pengolah aren dan data sekunder yang diperoleh dari instalasi terkait seperti BPS dan Dinas Pertanian. Teknik dalam pengambilan sample dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria sample yaitu para petani yang melakuka pengolahan aren. Penelitian ini menggunakan metode rasio nilai tambah, yang mengukur perbandingan antara biaya bahan baku, output yang dihasilkan, serta kontribusi tenaga kerja terhadap produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan gula semut menghasilkan nilai tambah yang paling tinggi, dengan rasio keuntungan yang mencapai 80%, diikuti oleh gula merah dengan marjin keuntungan 83%, dan sapu ijuk dengan marjin keuntungan 59%. Biaya bahan baku untuk gula semut lebih tinggi, tetapi produk ini memiliki nilai jual yang lebih tinggi pula, meskipun marjin keuntungan lebih rendah. Sebaliknya, pengolahan gula merah lebih menguntungkan karena biaya bahan baku yang lebih rendah dengan proses produksi yang tinggi. Produksi sapu ijuk, menggunakan bahan baku yang murah, memerlukan keterampilan manual yang lebih banyak, sehingga menghasilkan keuntungan yang lebih rendah.The aim of this research is to analyze the added value of processing palm-based products, namely brown sugar, broom palm fiber and ant sugar, by examining aspects of production costs, labor and profits obtained from each type of processing. The method used in determining the location is purposive sampling. The research data analysis used primary and secondary data analysis, primary data resulting from the interview process with sugar palm processors and secondary data obtained from related installations such as BPS and the Department of Agriculture. The sampling technique in this research used purposive sampling with the sample criteria being farmers who processed sugar palm. This research uses the value added ratio method, which measures the ratio between raw material costs, output produced, and the contribution of labor to production. The research results show that processing ant sugar produces the highest added value, with a profit ratio reaching 80%, followed by brown sugar with a profit margin of 83%, and broom palm fiber with a profit margin of 59%. The raw material costs for ant sugar are higher, but this product also has a higher selling value, even though the profit margin is lower. On the other hand, processing brown sugar is more profitable because raw material costs are lower with a high production process. Fiber broom production, using cheap raw materials, requires more manual skills, resulting in lower profits.Keywords : Added Value, Profit, Sugar, Palm Oil Broom.

Cite

CITATION STYLE

APA

Roudotul Janah, N., & Muhammad Nu’man Adinasa. (2024). Nilai Tambah, Keuntungan, Gula, ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUK HASIL OLAHAN AREN. MAHATANI: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal), 7(2), 274–285. https://doi.org/10.52434/mja.v7i2.41949

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free