Pentingnya Kontekstualisasi Matan Hadist Menggunakan Metode Hermeneutika

  • Maskur M
  • Sulthon M
  • Musahadi M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
94Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kontekstualisasi Matan Hadist merupakan tindakan interpretasi yang tidak akan meninggalkan teks, dan konteks masa lalu, namun teks dan konteks masa lalu tersebut direkognisi, agar sinkron dengan kondisi zaman modern. Karena teks dan konteks masa lalu, terkadang tidak ditemukan pada zaman modern, namun maksud dari teks dan konteks masanlalu, akan ditemukan di zaman modern. Interpretasi dan pemaknaan hadits akan terasa baru dengan adanya metode kontekstualisasi hadits, yang mana hal tersebut diramu dengan model hermeneutika hadits, asumsinya jika hadits tersebut hanya dipahami secara tekstual, dan hanya konteks masa lalu, sebagian hasilnya semacam bertentangan dengan kondisi saat ini. Maka dari itu, penting melakukan kontekstualisasi hadits pada zaman modern saat ini. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi library research Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontekstualisasi hadis sangat diperlukan pada zaman kontemporer ini sebagai peluang bagi mujtahid kontemporer guna memahami dan menyelesaikan masalah pada hadis bahkan permasalahan di abad modern ini. Kontekstualisasi tersebut perlu menggunakan perangkat, salah satunya adalah hermeneutika.

Cite

CITATION STYLE

APA

Maskur, M., Sulthon, M., Musahadi, M., & Suherman, E. (2023). Pentingnya Kontekstualisasi Matan Hadist Menggunakan Metode Hermeneutika. Jurnal Ilmiah Al-Muttaqin, 8(2), 19–24. https://doi.org/10.37567/al-muttaqin.v8i2.1711

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free