Abstract
Risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat pada musim kemarau, terutama saat El Nino dan buruknya pengelolaan sumber daya lahan dan hutan. Kebakaran yang terjadi pada lahan gambut akan meningkatkan emisi gas rumah kaca dan mempercepat laju perubahan iklim. Restorasi gambut yang terfokus pada upaya pembasahan lahan, revegetasi, dan peningkatan mata pencaharian masyarakat dilakukan untuk memastikan lahan gambut tidak terbakar, tertutup vegetasi, dan memberikan alternatif mata pencaharian pada masyarakat. Usaha ini dilakukan di berbagai tempat di Indonesia dan Asia Tenggara. Pilihan untuk melakukan restorasi berbasis masyarakat gambut dilakukan karena banyak masyarakat yang menetap di atas lahan gambut atau berdekatan dengan lahan gambut. Jika teralienasi dari kegiatan restorasi gambut, masyarakat tidak akan turut menjaga proses dan hasil restorasi gambut. Bahkan dalam restorasi berbasis masyarakat, masyarakatlah menjadi aktor utama upaya restorasi. Masyarakat beserta kelembagaannya harus memainkan peran utama dan mendapat manfaat dari restorasi gambut.
Cite
CITATION STYLE
H., P., & D., P. (2023). Pembelajaran dari Aksi Restorasi Gambut Berbasis Masyarakat di Indonesia dan Asia Tenggara. Pembelajaran dari Aksi Restorasi Gambut Berbasis Masyarakat di Indonesia dan Asia Tenggara. Center for International Forestry Research (CIFOR). https://doi.org/10.17528/cifor-icraf/008968
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.