Makna Salib Menurut John Calvin Analisis Dogmatis Dan Relevansinya Terhadap Kualitas Ibadah Gereja Toraja

  • Kilala D
  • Masirri M
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

John Calvin meyakini bahwa salib memiliki peran penting sebagai sarana penebusan dosa manusia. Menurutnya, manusia berdosa namun Yesuslah yang mengambil tanggung jawab atas dosa-dosa tersebut. Cinta kasih Allah begitu besar sehingga Ia rela mengorbankan Anak-Nya yang tak bersalah untuk disalibkan, guna menebus dosa-dosa manusia. Dari keyakinan ini, penulis bertujuan untuk meneliti makna dogmatis salib menurut pandangan John Calvin, serta relevansinya terhadap kualitas ibadah di Jemaat Ampangan Klasis Tondon. Metode penelitian yang diterapkan adalah kualitatif studi lapangan, dengan melaksanakan observasi dan wawancara. Hasil dari data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis oleh penulis. Kesimpulan yang diambil adalah bahwa Jemaat Ampangan telah memahami dengan baik makna salib dalam kehidupan berjemaat dan kehidupan pribadi masing-masing. Pemahaman ini berdampak positif terhadap peningkatan kualitas ibadah di Jemaat Ampangan. Dengan memahami dan menerima makna dogmatis salib menurut John Calvin, jemaat ini mampu mendalami dan mengalami pertumbuhan spiritual yang lebih dalam dalam ibadah mereka.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kilala, D., & Masirri, M. (2023). Makna Salib Menurut John Calvin Analisis Dogmatis Dan Relevansinya Terhadap Kualitas Ibadah Gereja Toraja. In Theos : Jurnal Pendidikan Dan Theologi, 3(10), 213–220. https://doi.org/10.56393/intheos.v3i10.1801

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free