Abstract
Salah satu produk yang bisa di ciptakan dari industri mikro adalah pengolahan nira aren menjadi gula granular atau umum dikenal dengan gula semut. Dalam sektor kehutanan, aren merupakan salah tumbuhan yang masuk dalam kategori Hasil Hutan Bukan Kayu. HHBK merupakan seluruh produk hutan bukan kayu yang bernilai ekonomi dan bermanfaat untuk masyarakat banyak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani hutan dalam pengolahan nira aren menjadi gula semut dengan penggunaan teknologi modern berupa mesin kristalator dan sortasi. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, penyuluhan dan praktik penggunaan alat hingga proses pengemasan produk. Hasil dari kegiatan ini adalah pengetahuan masyarakat terkait pengolahan gula semut menggunakan teknologi modern masih kurang dan belum terbiasa. Setelah melakukan praktik penggunaan alat dengan didampingi oleh tim dan tehnisi pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan alat terknologi modern berupa mesin Kristalator dan Sortasi juga meningkat dari tidak tahu menjadi tahu. Begitu juga dalam hal pengemasan produk, masyarakat yang awalnya masih menggunakan alat biasa bahkan menggunakan daunan, kini meningkat menjadi tahu dan mampu menggunkan alat pemngemasan modern. Meskipun demikian perlu dilakukan pendampingan secara berkelnajutan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah masyarakat telah mampu menggunakan alat modern, mengemas produk dengan baik meskipun masih membutuhkan pendampingan dalam hal pemasaran dan ketersediaan baku.
Cite
CITATION STYLE
Witno, W., Yumna, Y., Marwati Nuryanti, D., & Maria, M. (2022). PENINGKATAN KAPASITAS KELOMPOK TANI HUTAN GOLLANA SANGTANDUNG DALAM PENGOLAHAN NIRA AREN MENJADI GULA SEMUT (GULA GRANULAR. Jurnal Abdi Insani, 9(4), 1466–1475. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v9i4.785
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.