Abstract
Film Singsot memiliki latar budaya Jawa, yang mana masyarakat Jawa memiliki kepercayaan dilarang bersiul pada malam hari karena diyakini dapat mendatangkan musibah. Melalui narasi penyampaian pesan kepada penonton dapat digunakan dalam film. Hal ini dikarenakan narasi memiliki kaitan dengan cara bercerita yang disajikan kepada penonton melalui film. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui larangan yang diyakini oleh masyarakat Jawa dalam narasi cerita Film Singsot. Penelitian ini menggunakan analisis narasi Tzvetan Todorov yang mengatakan bahwa narasi memiliki 3 struktur bagian yaitu bagian awal, tengah, dan akhir. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa narasi dalam film Singsot digambarkan sesuai dengan narasi dari Todorov yang kemudian dimodifikasi oleh Nick Lacey dan Gillespie. Selain itu, unsur mise en scene juga turut menambah suasana dalam film. Mitos dalam film ini memiliki simbol yaitu film ini dapat dikatakan film yang berisi pesan moral tentang norma, etika, dan acuan moral dalam kehidupan. Larangan tentang bersiul dapat dimaksudkan agar tidak mengganggu orang yang sedang beristirahat di malam hari.
Cite
CITATION STYLE
Thaheer, N. D., & Adiprabowo, V. D. (2024). Analisis Naratif Dalam Film Singsot. TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater Dan Sinema, 21(1), 15–27. https://doi.org/10.24821/tnl.v21i1.11588
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.