Abstract
Infeksi Oksigen merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa ditunda pemenuhanya. Pada penderita yang mengalami hipoksia penatalaksanaan yang harus segera dilakukan adalah dengan terapi oksigen. Oksigen tabung cenderung bersifat kering sehingga dapat menyebabkan iritasi di sepanjang saluran pernapasan. Upaya guna meminimalkan permasalahan tersebut adalah dengan pemakain humidifier, namun penggunaan humidifier dapat sebagai tempat untuk pertumbuhan bakteri. Penelitian bertujuan mengetahui mana lebih efektif yang lebih efektif antara penggunaan reverse osmosis water dibandingkan dengan penggunaan aquabidest dalam meminimalkan pertumbuhan kuman di humidifier. Jenis penelitian adalah penelitian (true experiment) dengan rancangaan posttest control group design. Untuk mengetahui efektifitas pada kedua kelompok dilakukan dengan uji Mann-whitney. Terdapat perbedaan bermakna antara koloni kuman pada pengamatan jam ke 8, ke 16 dan jam ke, 24 pada kelompok aquabidest dengan p value sebesar 0,018 dan kelompok Reverse osmosis water dengan p value sebesar 0,007. Tidak ada perbedaan bermakna koloni kuman pada kelompok aquabidest dengan Reverse Osmosis pada pengamatan jam ke 8, ke 16 dan jam ke 24 dengan p value secara berturut turut 1.00, 1,00 dan 0,74. Tidak ada perbedaan efektifitas antara penggunaan aquabidest dibandingkan dengan penggunaan Reverse Osmosis Water. Aquabidest dan atau Reverse Osmosis Water bisa digunakan di humidifier dengan menggunakan aquabidest dan reverse osmosis Water di humidifier pada tindakan terapi Oksigen.
Cite
CITATION STYLE
Syamsul Arif S.N, M., Sarkum, S., & Hartono, R. (2019). Efektifitas Penggunaan Reverse Osmosis Water dan Aquabidest dalam Meminimalkan Pertumbuhan Kuman di Humidifier pada Tindakan Terapi Oksigen. Jaringan Laboratorium Medis, 1(2), 53. https://doi.org/10.31983/jlm.v1i2.5445
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.