PENDEKATAN DIAGNOSTIK LUPUS VULGARIS PADA RUMAH SAKITPERIFER

  • Hoshea F
  • Lumban Gaol E
N/ACitations
Citations of this article
5Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Indonesia termasuk dalam lima negara dengan insiden kasus tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia. Sebesar 1-2% dari kasus TB merupakan TB kutis. Lupus vulgaris (LV) merupakan salah satu bentuk infeksi TB kutis pausibasiler yang bersifat kronis dan progresif. Gambaran klinis LV dapat menyerupai berbagai kelainan kulit lainnya, seperti lupus eritematosus diskoid dan sarkoidosis. Pada laporan kasus ini, seorang perempuan, 59 tahun, mengalami keluhan bercak kemerahan yang tidak nyeri pada wajah sejak 6 bulan sebelum datang ke rumah sakit. Pasien memiliki riwayat TB paru dan telah menyelesaikan pengobatan tiga bulan sebelum munculnya bercak. Pada pemeriksaan, ditemukan lesi plak atrofik eritematosa berbatas tegas yang dikelilingi nodulus eritema multipel. Pemeriksaan histopatologis mendukung diagnosis LV. Terapi dengan obat anti tuberkulosis (OAT) menghasilkan perbaikan pada lesi. Mengingat LV memiliki kemiripan dengan berbagai entitas penyakit lainnya, diagnosis dini yang cermat pada pasien diperlukan agar pengobatan yang adekuat dapat segera terlaksana. Pemeriksaan histopatologis merupakan pemeriksaan yang relatif mudah dilakukan pada area perifer, dan sangat berperan dalam diagnosis TB kutis.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hoshea, F. E., & Lumban Gaol, E. (2023). PENDEKATAN DIAGNOSTIK LUPUS VULGARIS PADA RUMAH SAKITPERIFER. Media Dermato-Venereologica Indonesiana, 49(2), 82–85. https://doi.org/10.33820/mdvi.v49i2.333

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free