Abstract
Keruntuhan bendung irigasi di samping disebabkan oleh survei dan investigasi yang tidak akurat, perencanaan yang tidak seksama, pelaksanaan implementasi yang kurang baik, operasi dan pemeliharaan yang tidak memadai, tetapi juga disebabkan kesalahan pemilihan lokasi bendung. Faktor awal yang mempengaruhi kinerja bendung adalah ketepatan lokasinya. Bendung akan kuat menahan gaya yang bekerja, hantaman banjir, gerusan lokal, degradasi sungai sejauh lokasinya tepat. Tulisan ini menyajikan sebelas syarat dalam pemilihan lokasi bendung untuk mendapatkan kinerja yang baik, yaitu: kondisi topografi, geoteknik, hidraulik, rejim sungai, saluran induk, ruang lokasi bendung, luas layanan, daerah aliran sungai, pencapaian, justifikasi ekonomi, tingkat penerimaan pemangku kepentingan. Analisa korelasi antara pemilihan lokasi bendung saat perencanaan dan kinerjanya, dikombinasikan dengan pengamatan lapangan dengan melakukan peninjauan langsung dan dialog dengan penjaga operasi bendung untuk menjustifikasi 11 syarat tersebut. Umumnya penyebab kesalahan pemilihan lokasi bendung antara lain: kurangnya kemampuan tenaga ahli irigasi, dana yang terbatas, waktu dan sumber daya yang tidak memadai, rendahnya profesionalisme tenaga ahli irigasi.
Cite
CITATION STYLE
Soekrasno, -. (2015). Sebelas Syarat Penentuan Lokasi Bendung Irigasi. Jurnal Irigasi, 10(1), 33. https://doi.org/10.31028/ji.v10.i1.33-40
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.