Melawan Etika Lingkungan Antroposentris Melalui Interpretasi Teologi Penciptaan Sebagai Landasan Bagi Pengelolaan-Pelestarian Lingkungan

  • Yuono Y
N/ACitations
Citations of this article
640Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Etika lingkungan memfokuskan diri pada bagaimana perilaku manusia yang seharusnya terhadap lingkungan. Dalam etika ini makluk non-manusia mendapatkan perhatian. Etika lingkungan sekaligus merupakan kritik atas etika yang selama ini dianut manusia yang membatasi diri pada komunitas sosial. Dalam dimensi ekoteologi melihat bahwa krisis lingkungan yang sekarang ada tidak lepas dari sikap dan perspektif manusia terhadap alam. Manusia modern memandang alam sebagai obyek yang harus dieksploitasi demi tercukupinya kebutan tanpa memikirkan dampaknya. Penelitian ini hendak menggali pandangan kekristenan terhadap alam. Kekristenan percaya bahwa alam merupakan ciptaan Tuhan. Manusia diberi mandat untuk menguasai dan mengusahakan. Pemahaman yang keliru sering kali menimbulkan perilaku salah dalam pemanfaatan alam. Kekristenan perlu memberikan pandangannya sebagai usaha preventif maupun represif, bagaimana seharusnya perilaku manusia terhadap alam.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yuono, Y. R. (2019). Melawan Etika Lingkungan Antroposentris Melalui Interpretasi Teologi Penciptaan Sebagai Landasan Bagi Pengelolaan-Pelestarian Lingkungan. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 2(1), 186–206. https://doi.org/10.34081/fidei.v2i1.40

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free