Penetapan Kadar Asam Salisilat pada Krim Anti Jerawat yang Beredar di Kota Bandung dengan Metode Spektrotometri Ultra Violet

  • Hadisoebroto G
  • Budiman S
N/ACitations
Citations of this article
371Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Asam salisilat merupakan zat anti jerawat sekaligus keratolitik yang lazim diberikan secara topikal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar asam salisilat pada krim anti jerawat yang beredar di pasar tradisional, swalayan, dan skin care Kota Bandung, dan membandingkan kadar asam salisilat dalam sampel dengan batas kandungan asam salisilat maksimum yang ditentukan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yaitu < 2%. Analisis kualitatif menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT) dengan fase gerak toluen : asam asetat (4:1) dan uji warna menggunakan pereaksi FeCl3. Sedangkan analisis kuantitatif asam salisilat pada krim anti jerawat menggunakan pelarut etanol dan diukur dengan spektrofotometer UV. Validasi metode dilakukan untuk membuktikan bahwa metode yang digunakan telah memenuhi persyaratan. Kadar asam salisilat dalam sampel G adalah 2,33% , C 1,54 %, B 0,71%, R 0,85 %, dan I 0,82%. Sampel C, B , R dan I memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yaitu tidak lebih dari 2%, sedangkan sampel G tidak memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan karena kadarnya lebih dari 2%. Abstract Salicylic acid is an anti-acne as well as keratolytic which is commonly given topically. The purpose of this study was to determine the levels of salicylic acid in anti-acne creams circulating in traditional markets, supermarkets, and skin care in Bandung, and to compare the levels of salicylic acid in samples with the maximum salicylic acid content limit determined by the Center for Drug and Food Control (BPOM). Qualitative analysis using the thin layer chromatography (TLC) method with the toluene mobile phase: acetic acid (4: 1) and color test using FeCl3 reagent. While the quantitative analysis of salicylic acid in anti-acne cream using ethanol solvent and measured by a UV spectrophotometer. Method validation to prove that the method used has reached the requirement. Salicylic acid levels in sample G were 2.33%, C 1.54%, B 0.71%, R 0.85%, and I 0.82%. Samples C, B, R and standard sample set by BPOM which is no more than 2%. Sample G does not unqualified because the level is more than 2%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hadisoebroto, G., & Budiman, S. (2019). Penetapan Kadar Asam Salisilat pada Krim Anti Jerawat yang Beredar di Kota Bandung dengan Metode Spektrotometri Ultra Violet. Jurnal Kartika Kimia, 2(1). https://doi.org/10.26874/jkk.v2i1.20

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free