Nilai Tasawuf Imam Junaid Al-Baghdadi Sebagai Qadi

  • Faruqi I
  • Fauziyatur Rohmah L
N/ACitations
Citations of this article
55Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Tulisan ini membahas tentang kepemimpinan salah satu sufi terbaik pada periode awal kemunculan ilmu tasawuf yang bernama Abu-Qasim Al-Junaid bin Muhammad bin Al-Junaid Al-Khazzaz Al-Qawairi Nihawandi Al-Baghdadi. Penelitian ini mencoba memaparkan ketika Imam Junaid menjadi kepala Qadi di Baghdad yang menggunakan tiga teori pokok tasawuf. yaitu; mitsaq, fana, dan tauhid. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian literature atau library research. Berdasarkan kepada kepemimpinan beliau menjadi Qadi yang berlandaskan tiga teori tersebut, penulis menyimpulkan bahwa Imam Junaid Al-Baghdadi berhasil mendamaikan antara ahli tasawuf dan ulama fiqih, berhasil meruntuhkan stigma tentang ajaran tasawuf yang dianggap sesat, serta pemikiran tasawuf Imam Junaid Al-Baghdadi adalah makna tasawuf yang lebih sederhana juga mudah diterima oleh seluruh kalangan umat muslim.

Cite

CITATION STYLE

APA

Faruqi, I., & Fauziyatur Rohmah, L. (2023). Nilai Tasawuf Imam Junaid Al-Baghdadi Sebagai Qadi. Spiritualita, 7(1), 26–40. https://doi.org/10.30762/spiritualita.v7i1.1013

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free