Kajian Abrasi dan Sedimentasi dengan Teknologi Remote Sensing di Pantai Karawang

  • Patar Pasaribu R
  • Liliek Soeprijadi
  • Dian Sutono
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Keberadaan pesisir pantai di wilayah bagian utara Kabupaten Karawang sangat mengkhawatirkan akibat terjadinya abrasi dan sedimentasi dimana air laut yang tadinya jauh dari sisi jalan kini sudah berada pada bibir jalan dan beberapa wilayah disepanjang pantai telah rusak terkena dampak abrasi tersebut. Proses terjadinya abrasi dan sedimentasi dapat dipantau dengan menggunakan teknologi Remote Sensing yaitu teknologi yang mengunakan gelombang elektro magnetic untuk menghasilkan gambar/citra yang diperoleh dari sensor yang dibawa oleh satelit dengan sifat-sifat fisik obyek yang diamati di permukaan bumi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses terjadinya abrasi dan sedimentasi yang terjadi di pantai kabupaten Karawang dengan mengunakan teknologi remote sensing. Beberdasarkan hasil pengolahan dan analisa data yang dilakukan di 6 kecamatan disepanjang pantai Karawang, telah terjadi abrasi dan sedimentasi, dimana 4 desa mengalami abrasi sedangkan 2 desa mengalami sedimentasi. Luas wilayah yang terbentuk akibat abrasi terbesar terjadi di desa Sedari seluas 166,802 hektar dan luas wilayah yang terbentuk akibat sedimentasi yang terbesar terjadi desa Muara Cilamaya sebesar 276,318 hektare. Kecepatan proses terjadinya abrasi yang tercepat terjadi desa Sukajaya sebesar 10.00 meter/tahun sedangkan proses sedimentasi yang tercepat berada di desa Muara Cimalaya sebesar 4,50 meter/tahun.

Cite

CITATION STYLE

APA

Patar Pasaribu, R., Liliek Soeprijadi, & Dian Sutono. (2019). Kajian Abrasi dan Sedimentasi dengan Teknologi Remote Sensing di Pantai Karawang. Jurnal Airaha, 8(02), 137–147. https://doi.org/10.15578/ja.v8i02.124

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free