Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sensor berbasis bending serat optik dengan karakterisasi yang baik dan variasi konsentrasi larutan amonia. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental di laboratorium. Teknik yang dilakukan adalah dengan menggunakan serat optik multimode (cladding berukuran 125 μm dan core 62 μm) yang dikelupas slongsongnya (cladding) lalu digantikan oleh polydimethylsiloxane (PDMS) dan dibengkokan (bending) dengan proses pembakaran. Konsentrasi larutan amonia yang digunakan pada penelitian ini bervariasi yaitu 1-10%. Pengukuran sensor serat optik menggunakan optical power meter (OPM) dengan panjang gelombang 1310 nm dan 1550 nm serta light source (LS) pada frekuensi 0 Hz, 270 Hz, 1000 Hz, dan 2000 Hz. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan amonia menyebabkan ketidakstabilan intensitas cahaya. Semakin tinggi frekuensi cahaya yang mengenai sensor, maka semakin rendah intensitas yang dihasilkan dengan perbedaan intensitas sangat kecil.
Cite
CITATION STYLE
Pratiwi, C., Sugandi, G., & Junaidi, J. (2018). Pembuatan dan Karakterisasi Sensor Amonia Berbasis Bending Fiber Optic. Jurnal Teori Dan Aplikasi Fisika, 6(2), 175–180. https://doi.org/10.23960/jtaf.v6i2.2137
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.