Abstract
Besi (Fe) dan mangan (Mn) merupakan komponen yang umum terdapat dalam air kulit bumi, dan sangat mudah terlarut dalam air tanah (ground water). Secara alamiah bentuk yang sangat umum ditemukan dalam air tanah adalah senyawa besi dan mangan bikarbonat. Air yang mengandung besi dan mangan bikarbonat bila berkontak dengan udara akan membentuk presipitat (endapan) dan berada dalam bentuk dispersi koloid, yang menyebabkan warna dan kekeruhan dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model perangkat pengolah air tanah sehingga memenuhi baku mutu air bersih. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi proses elektrokoagulasi untuk menurunkan penurunan kekeruhan, Fe dan Mn dalam air tanah. Penelitian dilakukan terhadap sampel yang berasal dari sumber air disekitar Cibeber kota Cimahi. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan penurunan konsentrasi Fe dan Mn akibat variasi waktu tinggal dan jumlah plat elektroda. Penurunan konsentrasi Fe dan Mn terbaik dari sumber air I diperoleh pada waktu tinggal 11,266menit, menggunakan 6 plat elektroda dan rapat arus 0,000996 A/cm2 dengan penurunan konsentrasi Fe sebesar 78,92% dan konsentrasi Mn 80,41%, sedangkan untuk sumber air II hasil terbaik diperoleh pada waktu tinggal 13,289 menit, menggunakan 6 plat elektroda dan rapat arus 0,000712 A/cm2 dengan penurunan konsentrasi Fe sebesar 86,85% dan konsentrasi Mn 87,00%.
Cite
CITATION STYLE
Febrianto Adi Nugroho. (2020). Pengembangan Model Pengolahan air Baku dengan Metoda Elektrokoagulasi. Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu Dan Aplikasi Teknik, 7(2), 130–144. https://doi.org/10.26874/jt.vol7no2.287
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.