Pemanfaatan Container Menjadi Ruang Isolasi Apung Sebagai Alternatif Bagi Pasien Covid-19

  • Lazuardi S
  • Muaz A
  • Zahroh D
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kasus COVID-19 hingga saat ini terus mengalami peningkatan, terlalu banyaknya pasien yang membutuhkan perawatan intensif mengakibatkan rumah sakit mengalami kondisi overloaded capacity. Dalam rangka meminimalisir adanya pasien rawat mandiri dan berisiko adanya cluster keluarga, maka pemanfaatan container menjadi ruang isolasi apung sebagai alternatif bagi masyarakat untuk mendapat penanganan intensif COVID-19. Pemanfaatan container bekas 20 feet dipadukan dengan alas untuk mengapung berbahan HDPE (High-Density Polyethylene) dan alas pijakan WPC (Wood Plastic Composite). Dalam mempertimbangkan besaran biaya serta mengukur keoptimalan dari manfaat penelitian, maka penilitian ini menggunakan metode CBA (Cost-Benefit Analysis) dan metode BCR (Benefit Cost Ratio) untuk menguji kelayakan dari penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemanfaatan container bekas menjadi ruang isolasi apung termasuk dalam kategori baik, dimana penelitian ini dapat menekan angka pasien isolasi mandiri sebesar 35% dan hasil perhitungan manfaat memiliki rasio sebesar 1,02 dan menghasilkan nilai NPV positif dengan batasan kelayakan yaitu BCR > 1, dan NPV > 1. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa, ruang isolasi apung ini layak untuk direalisasikan atau dioperasikan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Lazuardi, S. D., Muaz, A. M., Zahroh, D. F., Airlangga, A. P. Y., & Saputri, A. R. D. (2021). Pemanfaatan Container Menjadi Ruang Isolasi Apung Sebagai Alternatif Bagi Pasien Covid-19. Syntax Idea, 3(2), 383–395. https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v3i2.1051

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free