Abstract
DBD (Demam Berdarah Dengue) adalah penyakit yang banyak terjadi di negara beriklim tropis dan subtropis. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dengue (DENV) melalui gigitan nyamuk Aedes aegypty atau Aedes albopictus sebagai vektor primer. Angka kematian kasus DBD di Indonesia sejak Januari 2022 mengalami kenaikan sebanyak 89 kasus dibandingkan dengan tahun 2020. Faktor utama penyebab kematian pada kasus DBD yaitu defisiensi trombosit dan kebocoran plasma yang tidak segera ditangani Prinsip utama dalam tatalaksana penyakit DBD (Demam Berdarah Dengue) adalah terapi simptomatis serta terapi suportif seperti menaikkan nilai trombosit. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui berbagai macam bahan alam yang berpotensi sebagai terapi komplementer pada penderita demam berdarah dengue (DBD).. Metode yang dilakukan yaitu kajian literatur (literature review). Hasil yang diperoleh yaitu kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus), daun ubi jalar (Ipomoea batatas. L), daun dewa (Gynura pseudochina (L), rimpang temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), daun paku ekor kuda (Equisetum hyemale), , buah kurma (Phoenix dactylifera), kulit batang tanaman jarak cina (Jatropha multifida), daun papaya (Carica papaya L), daun patikan kebo (Euphorbia hirta), daun jambu biji (Psidium guajava), buah pala Wegio (Myristica fatua), dan daun Sambiloto (Andrographis paniculate) berpotensi sebagai terapi komplementer pada penderita DBD
Cite
CITATION STYLE
Aida, F., Salman, S., & Hilmi, I. L. (2023). REVIEW : POTENSI PENGGUNAAN BAHAN ALAM SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER ALTERNATIF PADA PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD). Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(1), 82–89. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i1.5
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.