Konsep Habitus Bourdieu dan Dinamika Masyarakat Tionghoa dalam Pendidikan Jang Kliroe dan Korban Dari Peroentoengan

  • Dewojati C
  • Nadhilah Nurtalia
N/ACitations
Citations of this article
101Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sastra peranakan Tionghoa sebelum Indonesia merdeka adalah pioneer sastra modern Indonesia. Karya-karya yang dihasilkan oleh pengarang Tionghoa banyak merefleksikan dinamika sosial dan budaya masyarakat pada masa itu. Sebagian dari mereka berhasil memasuki kelas sosial baru sekaligus membangun kultur yang baru pula. Penelitian ini bertujuan mengkaji habitus, modal, serta kritik pengarang terhadap aspek gaya hidup dan pendidikan kalangan Tionghoa dalam Pendidikan Jang Kliroe karya Lauw Giok Lan dan Korban dari Peroentoengan karya Gan Tjian Lie. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif analitis. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat habitus tertentu yang menarik yang muncul melalui tokoh dalam novel PJK dan KDP, sementara modal yang dimiliki antara lain modal ekonomi, modal sosial, dan modal budaya. Lauw dan Gan menggunakan karya mereka sebagai sarana kritik terhadap permasalahan yang menjangkiti masyarakat kelas atas Tionghoa di Hindia Belanda, seperti perilaku konsumerisme kalangan hartawan Tionghoa dan efek-efek negatif dari pendidikan ala Barat yang diterima oleh anak-anak muda Tionghoa.

Cite

CITATION STYLE

APA

Dewojati, C., & Nadhilah Nurtalia. (2023). Konsep Habitus Bourdieu dan Dinamika Masyarakat Tionghoa dalam Pendidikan Jang Kliroe dan Korban Dari Peroentoengan. Arif: Jurnal Sastra Dan Kearifan Lokal, 3(1), 1–23. https://doi.org/10.21009/arif.031.01

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free