Abstract
Radiasi sinar matahari berupa sinar ultraviolet (UV) dapat menembus lapisan ozon dan berpenetrasi ke dalam lapisan kulit. Dampak paparan sinar UVB jangka panjang adalah pigmentasi kulit, penuaan dini, kulit terbakar, dan juga kanker. Pemanfaatan tabir surya alami sedang diteliti lebih lanjut untuk mengurangi efek samping tabir surya dengan bahan kimia. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menelaah lebih lanjut potensi ekstrak Spirulina platensis sebagai tabir surya alami terhadap paparan UVB. Ekstrak Spirulina platensis mengandung antioksidan fikosianin dan fikosianobilin yang berpotensi sebagai tabir surya. Ekstrak Spirulina platensis mampu menurunkan kadar malondialdehid (MDA) setelah paparan sinar UVB, sehingga menekan degradasi seluler, perubahan biokimia dan fungsional, serta menurunkan terjadinya apoptosis sel. Efek lain setelah pemaparan UVB pada sel kulit dengan ekstrak Spirulina platensis adalah terjadi peningkatan viabilitas fibroblast dan deposisi kolagen, yakni dengan menekan terbentuknya MMP serta kandungan tinggi vitamin C dalam ekstrak berperan sebagai konversi prokolagen menjadi kolagen. Berdasarkan hal tersebut, disimpulkan bahwa ekstrak Spirulina platensis memiliki potensi sebagai agen protektif terhadap paparan sinar UVB. Kata kunci: Ultraviolet B (UVB); Fibroblas; Spirulina platensis; Antioksidan
Cite
CITATION STYLE
Pratama, G. M. C. T., Hartawan, I. G. N. B. R. M., Indriani, I. G. A. T., Yusrika, M. U., Suryantari, S. A. A., & Sudarsa, P. S. S. (2020). Potency of Spirulina platensis Extract as Sunscreen on Ultraviolet B Exposure. Journal of Medicine and Health, 2(6). https://doi.org/10.28932/jmh.v2i6.2484
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.