Abstract
Ruas jalan pada rute perjalanan Kabupaten Cilacap ke Kabupaten Bandung sebagai Jalan Nasional memegang peranan penting dalam menunjang aktivitas masyarakat, baik dalam segi pergerakan manusia maupun distribusi pergerakan barang. Hal ini menyebabkan permasalahan berupa arus lalu lintas yang tidak lancar karena hambatan samping dan kapasitas jalan tidak mampu melayani volume lalu lintas yang tinggi. Ketidaklancaran tersebut menimbulkan kemacetan (traffic jam) di beberapa segmen jalan. Untuk merepresentasikan perilaku karakteristik volume, kecepatan, dan kepadatan lalu lintas pada jalan nasional tersebut dalam hubungan matematis, maka diperlukan suatu estimasi hubungan volume, kecepatan, dan kepadatan lalu lintas dengan pendekatan model Greenshield, Greenberg, dan Underwood untuk mengetahui model yang paling mendekati kondisi eksisting dan persentase kesesuaian model. Hasil analisis menunjukkan model Underwood memiliki hubungan yang paling erat antara kecepatan dan kepadatan. Hal ini dibuktikan dengan nilai R2 terbesar diperoleh pada model Underwood. Hal ini berarti kesesuaian model sebesar persentase nilai R2 dalam menggambarkan hubungan kecepatan dan kepadatan sesuai dengan kondisi eksisting lalu lintas. Model Underwood dianggap paling sesuai dengan kondisi jalan sebagai jalan luar kota, di mana pergerakan lalu lintas bersifat eksponensial bukan linear karena pengaruh kondisi sekitar dan hambatan jalan, sehingga arus lalu lintas tidak bergerak secara tetap (steady state condition) atau bebas (free flow condition).
Cite
CITATION STYLE
Saskia Aanisah, Juang Akbardin, & Dadang Mohamad. (2024). ANALISIS HUBUNGAN VOLUME, KECEPATAN, DAN KEPADATAN LALU LINTAS DENGAN MODEL GREENSHIELDS, GREENBERG, DAN UNDERWOOD (Studi Kasus: Jalur Traffic Jam pada Rute Kabupaten Cilacap – Kabupaten Bandung). Konferensi Nasional Teknik Sipil (KoNTekS), 1(4). https://doi.org/10.62603/konteks.v1i4.79
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.