Penggunaan Bahasa Sarkasme Netizen di Media Sosial

  • Andi Saadillah
  • Andi Haryudi
  • Muhammad Reskiawan
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
238Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kebebasan berpendapat masyarakat di media sosial menjadi alasan mengapa penelitian ini dilakukan. Pola ketergantungan bermedia sosial yang kuat memiliki konsekuensi yang menguntungkan dan merugikan. Pada berbagai platform media sosial yang ada, netizen dapat dengan mudah menyebarkan dan mendapatkan informasi dengan cepat. Akibat yang beragam tersebut, dapat dikaitkan dengan pola reaksi yang berbeda-beda dari masing-masing netizen sebagai pengguna media sosial, seperti tumbuhnya sarkasme yang melanggar norma kesantunan berbahasa. Tujuan dari penelitian ini untuk mendekripsikan penggunaan bahasa sarkasme atau ungkapan kasar dalam komunikasi dunia maya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data penelitian ini dari komentar netizen di beberapa platform media sosial seperti Facebook, TikTok, Instagram, dan Youtube. Teknik analisis data dilakukan dengan mengolah data berupa bahasa sarkasme netizen berdasarkan tujuan penelitian, menyajikan data, menganalisa dan menginterpretasikan hasil yang didapatkan dari pengamatan bentuk bahasa sarkasme yang di screenshot pada komentar foto maupun video yang diunggah. Dari hasil penelitian yang didapatkan, bahasa sarkasme masih sering digunakan oleh sebagian netizen sebagai bahan untuk mengejek dan memberikan kata-kata yang pedas kepada orang lain yang mengunggah sesuatu  di akun sosial media mereka.

Cite

CITATION STYLE

APA

Andi Saadillah, Andi Haryudi, Muhammad Reskiawan, & Alam Ikhsanul Amanah. (2023). Penggunaan Bahasa Sarkasme Netizen di Media Sosial. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, Dan Sastra, 9(2), 1437–1447. https://doi.org/10.30605/onoma.v9i2.2367

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free