Abstract
Bendungan Sengguruh terletak diantara 07°44‟20“ - 08°17‟45“ LS dan 112°27‟30° - 112°57‟55° BT, Desa Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur. Total volume tampungan Bendungan Sengguruh sebanyak 21,5 juta m3dengan rincian ±2,5 juta m3volume efektif dan ±19 juta m3tampungan volume sedimen. Bendungan Sengguruh mendapat pasokan air dari Sungai Brantas dan Sungai Lesti yang keduanya merupakan komponen hulu dari DAS Brantas dengan debit rata-rata bulanan 55,2 m3/s dan curah hujan 2,065 mm. Sampah di Bendungan Sengguruh mencapai 30 m3/hr dan sampah meningkat menjadi 200 m3/hr hari saat musim hujan. Rata-rata tiap tahun total sampah dan sedimen mencapai 5 juta m3sedangkan kemampuan teknis mengeruk sampah dan sedimen hanya sekitar 300 ribu m3/th. Keterbatasan peralatan dan lahan penampung sedimen menjadi penghambat. Selebihnya, sampah mengendap dan mengganggu bendungan. Dampaknya, produksi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) menurun dari 29 MW/hr menjadi 18 MW/hr. Agar waduk bisa berfungsi normal perlu adanya pengerukan, agar upaya pengerukan berjalan efektif diperlukan rencana yang tepat dengan menganalisa sedimen, alat keruk yang dipakai, analisa biaya serta seberapa besar dampaknya bila waduk Sengguruh dikeruk untuk meningkatkan produksi listrik tenaga air bila ditinjau dari segi ekonominya.
Cite
CITATION STYLE
Yuwono, E., & Sabaruddin, M. (2014). Kajian Pengerukan Waduk Sengguruh Kepanjen Kabupaten Malang. JTT (Jurnal Teknologi Terpadu), 2(1). https://doi.org/10.32487/jtt.v2i1.40
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.