Abstract
Penelitian ini bertujuan mengetahui prospek sari buah tin lokal (Ficus glumerata Rob) di dalam pengencer berbasis Tris dan kuning telur untuk mempertahankan motilitas progresif spermatozoa kambing peranakan Boer yang disimpan pada suhu 4-5 C. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan dosis sari buah tin dalam masing-masing pengencer yakni 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7% (S0, S1, S2, S3, S4, S5, S6, dan S7). Pengamatan motilitas progresif spermatozoa dilakukan segera setelah pengenceran dan setiap 24 jam sampai jam ke-144 setelah pengeceran dan penyimpanan. Persentase motilitas progresifs permatozoa pada kelompok S4 (39,0±2,33) dan S6 (38,0±2,49) lebih tinggi dibandingkan S0; S1; S2; S3; dan S5 yakni masing-masing 32,0±1,86; 30,0±2,11; 29,0±1,80; 31,5±3,66; dan 34,5±3,02. Persentase motilitas terendah ditunjukkan oleh S7 yaitu 22,0±3,59. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sari buah tin mampu mempertahankan motilitas progresif spermatozoa kambing dan konsentrasi optimal dicapai pada 4 dan 6%.
Cite
CITATION STYLE
Zaenuri, L. A., Susilawati, T., Sumitro, S. B., & Wahyuningsih, S. (2013). PROSPEK SARI BUAH TIN LOKAL (Ficus glumerata Rob) SEBAGAI AGEN PRESERVASI MOTILITAS SPERMATOZOA KAMBING. Jurnal Kedokteran Hewan - Indonesian Journal of Veterinary Sciences, 7(1). https://doi.org/10.21157/j.ked.hewan.v7i1.560
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.