Pengaruh Asimetris Nilai Tukar terhadap Ekspor: Kasus Ekspor Industri Indonesia Tahun 2007-2016

  • Welldy W
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan melihat apakah apresiasi dan depresiasi berdampak asimetris terhadap ekspor industri Indonesia dan dampak manakah yang lebih besar. Peneliti menggunakan panel disagregat ekspor produk industri Indonesia level kode HS 10 digit dengan seluruh negara partner ekspor. Diperoleh apresiasi domestik berdampak negatif dan depresiasi berdampak positif terhadap ekspor, dimana dampak keduanya asimetris. Dampak negatif apresiasi lebih besar daripada dampak positif depresiasinya. Ketika apresiasi domestik permintaan ekspornya lebih elastis karena adanya persaingan di pasar internasional yang membuat negara lain beralih ke produk domestik di negara tujuan mereka atau bahkan mengimpor barang dari negara lain dan penawarannya kurang elastis atau elastisitasnya lebih kecil karena upaya menghindari risiko akibat permintaan ekspor yang berkurang meskipun harga barang impor lebih murah. Sedangkan ketika depresiasi karena persaingan di pasar internasional mengakibatkan elastisitas peningkatan permintaan ekspornya lebih kecil dibandingkan ketika terjadi apresiasi domestik. Selain itu, penawaran ekspornya menjadi lebih elastis karena industri melihat barang impor menjadi lebih mahal yang dapat meningkatkan biaya produksi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Welldy, W., & Widyawati, D. (2019). Pengaruh Asimetris Nilai Tukar terhadap Ekspor: Kasus Ekspor Industri Indonesia Tahun 2007-2016. Jurnal Kebijakan Ekonomi, 14(2), 142–160. https://doi.org/10.21002/jke.2019.08

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free