Abstract
World Health Organization reported 56 million babies, 34 million babies are not exclusively breastfed. Previous studies have shown 80% of them came from developing countries. The achievement of exclusive breastfeeding in Indonesia based on Indonesia Health Profile (2017) is 55.7% and decreased 54.0% in 2018. West Sumatera reached exclusive breastfeeding target 66.7% in 2017, but lower than Indonesia average target 80%. Babies are not exclusively breastfed are susceptible to morbidity and mortality. Exclusive breastfeeding has a role in preventing LBW, stunting, and reducing the risk of obesity and chronic disease. The lack of mother’s knowledge associated with the practice of exclusive breastfeeding Aims, to determine the knowledge in RW 10 Pampangan Nan XX Village. The assessment of knowledge about exclusive breastfeeding and overview of its implementation. The metode of this event was intervention an education exclusive brestfeeding for 14 pregnant women in RW 10, pampangan XX. Respondent was gave education on Whatsapp and Youtube. Data collection was got by questioners and interviews. The data was processed analyzed, after that was defined priority problems and made action of plans. Result, 78.6% of mothers knew about exclusive breastfeeding but only 43% implemented it. The causes of problem were incorrect about knowledge and techniques breastfeeding. The results of this study were submitted to the puskesmas and stakeholderfor advocacy. Hope that health promotif concerning axclusive breastfedding will increase, through of online and creative medias, by the same token will be escaleting sectoral collaboration as support.World Health Organization melaporkan dari 56 juta bayi, terdapat 34 juta bayi tidak mendapatkan ASI ekslusif. Studi terdahulu menunjukkan 80% anak di negara berkembang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Capaian ASI ekslusif di Indonesia berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia (2017) yaitu 55,7% dan mengalami penurunan tahun 2018 yaitu 54,0%. Capaian ASI ekslusif di Sumatera Barat tahun 2017 yaitu 66,7% dan masih belum sesuai dengan target capaian di Indonesia sebesar 80%. Bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif rentan terhadap mobiditas dan mortalitas. Pemberian ASI eksklusif berperan penting dalam pencegahan BBLR, stunting, dan menurunkan risiko obesitas dan penyakit kronis. Pengetahuan ibu yang kurang diketahui berhubungan dengan praktik pemberian ASI ekslusif. Kegiatan ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat mengenai ASI eksklusif dan implementasinya. Metode kegiatan ini, intervensi edukasi pemberian ASI Eksklusif kepada 14 orang ibu hamil di RW 10 Kelurahan Pampangan XX dilakukan melalui Video call Whatsapp dan Youtube. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner dan wawancara. Data yang dikumpulkan diolah dan dianalisis. Setelah dilakukan analisis selanjutnya menentukan prioritas masalah dan membuat plan of action. Hasil dari kegiatan ini diketahui 78,6% ibu mengetahui tentang ASI eksklusif namun 43% yang mengimplementasikannya. Penyebab tidak tercapainya pemberian ASI eksklusif berdasarkan wawancara adalah kesalah pahaman ibu mengenai ASI eksklusif dan tidak tepatan teknik menyusui. Hasil dari penelitian ini selanjutnya disampaikan kepada puskesmas dan kecamatan sebagai upaya advokasi peningkatan pemberian ASI eksklusif. Diharapkan upaya promotif mengenai ASI ekslusif ditingkatkan dengan pemanfaatan media online dan media kreatif lainnya, begitu pula dengan kerja sama lintas sektor sebagai pendukung.
Cite
CITATION STYLE
Basyir, V., Karmia, H. R., Agus, M., Siregar, R. F., Amizuar, Y. F., Siregar, E. D. P., … Yusrawati, Y. (2021). EDUKASI ASI EKSKLUSIF DAN IMPLEMENTASINYA BAGI IBU HAMIL DI RW 10 KELURAHAN PAMPANGAN XX KOTA PADANG. BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN, 4(4), 226–235. https://doi.org/10.25077/bina.v4i4.409
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.