TEOSOFI POLITIK ISLAM: POSISI POLITIK ISLAM DALAM ISLAM NUSANTARA

  • Rosid Abdullah A
  • Marsum M
  • Saiful Anam
N/ACitations
Citations of this article
6Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini membahas keterkaitan antara teosofi, politik Islam, dan Islam Nusantara sebagai satu kesatuan integral yang berorientasi pada pengaktualisasian potensi manusia untuk memahami misteri Ilahi melalui simbol-simbol duniawi. Pendekatan teosofi digunakan untuk menafsirkan politik Islam bukan hanya sebagai sistem kekuasaan, tetapi juga sebagai wahana spiritual yang menumbuhkan kebijaksanaan, etika, dan akhlak dalam kehidupan bernegara. Dalam konteks Islam Nusantara, politik Islam memiliki kekhasan tersendiri yang dipengaruhi oleh budaya, tradisi, dan nilai-nilai lokal sehingga menciptakan corak politik yang moderat, humanis, dan berkeadaban. Melalui telaah filosofis dan praktis, tulisan ini menunjukkan bahwa posisi politik Islam di Indonesia memiliki peranan vital dalam membentuk akhlak sosial dan spiritual umat, di mana praktik politik tidak hanya ditujukan untuk kekuasaan, tetapi juga untuk menegakkan keadilan dan kesejahteraan sebagai manifestasi dari nilai-nilai Ilahiyah.Artikel ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami politik Islam tidak hanya sebagai praktik kekuasaan, tetapi juga sebagai fenomena spiritual dan kultural yang berkelindan dengan pengalaman keagamaan masyarakat Muslim Indonesia. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana teosofi politik Islam memposisikan politik Islam dalam konteks Islam Nusantara, serta bagaimana relasi antara dimensi spiritual, etika, dan praktik politik tersebut membentuk karakter sosial umat. Kajian ini menggunakan kerangka teori teosofi sebagai pendekatan filosofis-spiritual untuk membaca politik Islam sebagai wahana pengaktualisasian potensi manusia dalam memahami misteri Ilahi melalui simbol-simbol duniawi, serta memadukannya dengan konsep Islam Nusantara yang menekankan dialog antara ajaran normatif Islam dan budaya lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian studi pustaka (library research), melalui analisis kritis terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan dengan teosofi, politik Islam, dan Islam Nusantara. Hasil kajian menunjukkan bahwa politik Islam dalam perspektif Islam Nusantara menempati posisi strategis sebagai instrumen pembentukan akhlak sosial dan spiritual umat, di mana praktik politik tidak semata-mata diarahkan pada perebutan kekuasaan, tetapi pada penegakan keadilan, kesejahteraan, dan nilai-nilai Ilahiyah. Temuan ini menegaskan bahwa teosofi politik Islam memberikan kontribusi penting dalam membangun model politik Islam yang moderat, humanis, dan berkeadaban sesuai dengan konteks sosial-budaya Nusantara.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rosid Abdullah, A., Marsum, M., & Saiful Anam. (2025). TEOSOFI POLITIK ISLAM: POSISI POLITIK ISLAM DALAM ISLAM NUSANTARA. Journal of Applied Transintegration Paradigm, 5(2), 228–242. https://doi.org/10.30631/tx8mtm91

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free