Abstract
Penyebab terbesar kegagalan perawatan saluran akar sebesar 63% disebabkan oleh bakteri Enterococcus faecalis. Bakteri Enterococcus faecalis dapat dieliminasi dengan melakukan irigasi saluran akar. Kandungan zat aktif seperti saponin yang terdapat di dalam daun kecapi (Sandoricum koetjape Merr) terbukti memiliki efek antibakteri. Tujuan mengukur dan menganalisis efektivitas antibakteri ekstrak daun kecapi (Sandoricum koetjape Merr) terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis. Metode penelitian ini merupakan eksperimen murni (true experimental) dengan post test only with control group design. Penelitian ini terdiri dari 9 kelompok perlakuan, yaitu ekstrak daun kecapi (Sandoricum koetjape Merr) konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, sodium hipoklorit (NaOCl), dan aquadest dengan 3 kali pengulangan. Data KHM didapatkan dari pengukuran delta Optical Density (OD) dan data uji KBM didapatkan berdasarkan perhitungan jumlah koloni. Berdasarkan nilai rata-rata dan analisis data diketahui KHM terdapat pada konsentrasi ekstrak daun kecapi 10% dan KBM pada konsentrasi 20%. Ekstrak daun kecapi (Sandoricum koetjape Merr) konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, dan 70% memiliki efektivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis.Penyebab terbesar kegagalan perawatan saluran akar sebesar 63% disebabkan oleh bakteri Enterococcus faecalis. Bakteri Enterococcus faecalis dapat dieliminasi dengan melakukan irigasi saluran akar. Kandungan zat aktif seperti saponin yang terdapat di dalam daun kecapi (Sandoricum koetjape Merr) terbukti memiliki efek antibakteri. Tujuan mengukur dan menganalisis efektivitas antibakteri ekstrak daun kecapi (Sandoricum koetjape Merr) terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis. Metode penelitian ini merupakan eksperimen murni (true experimental) dengan post test only with control group design. Penelitian ini terdiri dari 9 kelompok perlakuan, yaitu ekstrak daun kecapi (Sandoricum koetjape Merr) konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, 70%, sodium hipoklorit (NaOCl), dan aquadest dengan 3 kali pengulangan. Data KHM didapatkan dari pengukuran delta Optical Density (OD) dan data uji KBM didapatkan berdasarkan perhitungan jumlah koloni. Berdasarkan nilai rata-rata dan analisis data diketahui KHM terdapat pada konsentrasi ekstrak daun kecapi 10% dan KBM pada konsentrasi 20%. Ekstrak daun kecapi (Sandoricum koetjape Merr) konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, 60%, dan 70% memiliki efektivitas antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis.
Cite
CITATION STYLE
Yusrinie Wasiaturrahmah, Muhammad Rayhan, Deby Kania Tri Putri, Agung Satria Wardhana, & Maharani Laillyza Apriasari. (2024). EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KECAPI (Sandoricum koetjape Merr) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Enterococcus faecalis. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 139–152. https://doi.org/10.36387/jifi.v6i3.1699
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.