Kepemimpinan dan Konsep Ketatanegaraan Umar Ibn Al-Khattab

  • Pratama M
N/ACitations
Citations of this article
430Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Umar ibn al-Khattab adalah sahabat rasul yang menjadi khalifah pasca wafatnya baginda Nabi Muhammad Saw. Umar ibn al-Khattab merupakan panglima perang yang terlibat langsung dalam peristiwa perang Badar, Uhud, Kaybar.  Umar dikenal sebagai salah satu sosok Khilafah yang hebat dalam perjalanan sejarah peradaban umat islam, 10 tahun memimpin beliau berhasil memperluas wilayah kekuasaan Islam sampai ke wilayah Romawi (Syiria, Palestina, dan Mesir), serta seluruh wilayah kerajaan Persia termasuk Irak dengan pengaturan yang sitematis atas daerah-daerah yang ditaklukkannya. Kepimimpinan  Umar ibn al-Khattab membawa umat islam kearah kemajuan dari aspek agama, pendidikan. budaya, sosial-budaya dan politik. Berbagai prestasi berhasil diraih pada saat puncak kepemimpinannya. Sosok pemimpin yang berani, pekerja keras, bijaksana dan memiliki sikap lemah lembut.. Keberhasilan Umar ibn al-Khattab memimpin umat Islam pada saat itu membuktikan bahwa beliau merupakan pribadi yang handal dalam bidang  ketatanegraan. Umar ibn al-Khattab merupakan khalifah kedua setelah Abu Bakar as-Siddiq yang sukses dalam menjalankan amanat umat dalam menjalankan roda pemerintahan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Pratama, M. A. Q. (2018). Kepemimpinan dan Konsep Ketatanegaraan Umar Ibn Al-Khattab. JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam), 2(1), 59. https://doi.org/10.30829/j.v2i1.1496

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free