Abstract
Pengetahuan lokal Masyarakat Negeri Rutong tentang tradisi sagu telah terjadi turun temurun, dan berpartisipasi penuh mendukung kebijakan pemerintah untuk mengelola dan melestarikan sagu secara berkelanjutan baik sebagai ketahanan pangan maupun sebagai potensi ekowisata. Dalam tulisan ini akan menjelaskan bagaimana pemerintah Negeri Rutong dan masyarakat mengelola hutan sagu mulai hulu hingga hilir, mulai tanam hingga penjualan, yang dilakukan secara sinergi dan berkelanjutan untuk ketahanan pangan dan ekowisata. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari informan melalui wawancara serta melakukan observasi ke daerah penelitian. Data sekunder diperoleh dari data-data yang dimiliki oleh instansi-instansi yang terkait berupa studi pustaka dan literatur-literatur yang relevan dengan penelitian. Ekowisata hutan sagu di Negeri Rutong merupakan salah satu bentuk ekowisata yang lebih spesifik dan sebagai alat untuk mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, dimana pemerintah desa/negeri Rutong dan masyarakat lokal memiliki kontrol langsung terhadap pengembangan dan pengelolaan sehingga banyak memperoleh manfaat baik untuk pangan lokal, ekonomi, sosial budaya, konservasi lingkungan alam. Ekowisata hutan sagu di Negeri Rutong menemukan signifikansinya sebagai alat proteksi terhadap dampak lingkungan, ekonomi, sosial dan budaya.
Cite
CITATION STYLE
Jeane F D Talakua, Grace Natalia Marpaung, & Jennifer Ingelyne Nussy. (2024). Development of Sago Ecotourism in Negeri Rutong to Maintain Food Security. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 5(1), 54–67. https://doi.org/10.47687/snppvp.v5i1.1017
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.