MAKNA MENJADI SUKARELAWAN PENGGIAT KESEJAHTERAAN HEWAN: Sebuah Interpretative Phenomenological Analysis

  • Marzuqi M
  • Kahija Y
N/ACitations
Citations of this article
75Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Keberadaan hewan di Indonesia kesejahteraan hewan belum medapat perhatian, sehingga tidak jarang ditemukannya tindakan kekerasan dan penganiayaan kepada hewan, Permasalahan itu membuat beberapa orang yang peduli membuat suatu gerakan sosial berupa komunitas yang aktif dalam upaya mensejahterakan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna menjadi sukarelawan penggiat kesejahteraan hewan. Subjek dalam penelitian ini diambil berdasarkan Teknik purposif, yang memiliki kriteria tergabung dalam komunitas penggiat kesejahteraan hewan, telah aktif dalam komunitas lebih dari satu tahun, dan bersedia menjadi subjek penelitian. Dilakukan dengan metode kualitiatif, menggunakan analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Ada tiga tema induk yang ditemukan: (1) asal-usul menjadi sukarelawan penggiat kesejahteraan hewan, (2) dinamika menjadi sukarelawan penggiat kesejahteraan hewan, dan (3) kebutuhan dukungan sosial. Lewat penelitian ini, partisipan menyampaikan makna yang didapatkan ketika menjadi sukarelawan penggiat kesejahteraan hewan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Marzuqi, M. A., & Kahija, Y. F. L. (2020). MAKNA MENJADI SUKARELAWAN PENGGIAT KESEJAHTERAAN HEWAN: Sebuah Interpretative Phenomenological Analysis. Jurnal EMPATI, 7(3), 843–853. https://doi.org/10.14710/empati.2018.21736

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free