Abstract
PENDAHULUAN Bawang merah, merupakan salah satu komoditi unggulan di Serang yang umumnya diusahakan di lahan sawah setelah padi. Desa Sawahluhur Kec. Kasemen Serang merupakan wilayah pengembangan bawang merah di Provinsi Banten. Produktivitas bawang merah ditingkat petani berkisar 7-10 t/ha sedangkan potensi hasil bawang merah dapat mencapai 10-20 t/ha. Kondisi ini disebabkan petani tidak menggunakan pupuk organik sehingga kadar bahan organik rendah. Kadar bahan organik yang rendah menyebabkan pemanfaatan pupuk anorganik menjadi tidak efisien. Oleh karena itu takaran pupuk organik yang semakin tinggi dengan pemberian pupuk anorganik diperlukan untuk menaikkan produktivitas bawang merah. Pemupukan tanaman dengan pupuk organik dan pupuk anorganik sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil (Napitulu dan Winarto, 2010; Asaad dan Warda 2010). Pemberian pupuk organik dalam tanah berguna untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Bahan organik dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas menahan air, laju infiltrasi, menambah unsur hara bagi tanaman, meningkatkan pH tanah dan meningkatkan Kajian Penggunaan Pupuk Organik pada Sistem Usahatani Bawang Merah di Serang Banten
Cite
CITATION STYLE
Purba, R. (2016). Kajian Penggunaan Pupuk Organik Pada Sistem Usahatani Bawang Merah di Serang Banten. Planta Tropika: Journal of Agro Science, 4(1), 1–6. https://doi.org/10.18196/pt.2016.049.1-6
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.