Abstract
Penyedap rasa alami merupakan penyedap rasa yang didapatkan dari tumbuhan dan hewan melalui proses fisik, mikrobiologi, atau enzimatis. Penyedap rasa alami dapat diperoleh dari bahan-bahan disekitar kita yang mengandung asam glutamat. Penyedap rasa alami dapat menjadi alternatif pengganti penyedap rasa buatan yang mengandung monosodium glutamat (MSG) sehingga lebih aman untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan diversifikasi olahan ikan bandeng (Chanos chanos) dan jamur tiram (Pleurotus ostreatus) menjadi penyedap rasa alami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan berupa variasi penambahan ikan bandeng dan jamur tiram, yaitu P1(54,6 g : 29,4 g), P2(58,8 g : 25,2 g), P3(63 g : 21 g), P4(67,2 g : 16,8 g), dan P5 (71,4 g : 12,6 g). Pengujian yang dilakukan yaitu uji organoleptik (uji kesukaan) yang terdiri dari empat parameter penilaian yaitu warna, rasa, aroma dan tekstur. Uji organoleptik melibatkan 20 orang panelis tidak terlatih. Analisis pengambilan keputusan dilakukan dengan metode Proses Hirarki Analitik (PHA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik berdasarkan tingkat kesukaan panelis adalah perlakuan P3 dengan nilai rata-rata 4,25 dari skala 5, sehingga P5 dapat direkomendasikan dalam pembuatan penyedap rasa alami dari ikan bandeng dan jamur tiram.
Cite
CITATION STYLE
Lichafuddin, M., & Ainiyah, R. (2024). Diversifikasi Olahan Ikan Bandeng (Chanos chanos) dan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) sebagai Penyedap Rasa Alami. Jurnal AgroSainTa: Widyaiswara Mandiri Membangun Bangsa, 7(2), 65–72. https://doi.org/10.51589/ags.v7i2.3566
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.