Abstract
Indonesia adalah negara berkembang yang memiliki permasalahan yang kompleks terutama dalam masalah gizi. Berdasarkan hasil SSGI (2021), Kabupaten Deli Serdang memiliki (underweight) sebesar 11,30% dan sebesar 9,5% (wasted). Akibat kekurangan gizi berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan balita sehingga menyebabkan gizi buruk dan stunting.Oleh karena itu, upaya pemerintah untuk mengatasi masalah gizi dengan mengeluarkan Undang-Undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 170 dan 171. Upaya pencegahan dilaksanakan melalui pemantauan pertumbuhan diposyandu sedangkan balita yang memiliki masalah gizi ditindaklanjuti dengan program pemberian makanan tambahan (PMT). Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh PMT Penyuluhan terhadap pola makan dan status gizi sebelum sesudah pemberian makanan tambahan sebagai bahan acuan informasi mengenai PMT Penyuluhan yang digemari balita kepada Puskesmas dan Desa di Bakaran Batu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan langsung oleh peneliti dan data sekunder untuk melengkapi kebutuhan penelitian yang didapatkan dari Posyandu di Bakaran Batu Dusun 4 dan 5. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan desain one group pre and post test. Populasi dalam penelitian seluruh balita yang mengikuti Posyandu Wijaya Kesuma Dusun 4 dan 5 dengan sampel sebesar 30 orang.
Cite
CITATION STYLE
Simanjuntak, S., & Sinaga, H. T. (2023). Pengaruh Pelaksanaan Pemberian Makanan Tambahan Penyuluhan (PMT-P) Terhadap Pola Makan Dan Status Gizi Pada Balita (12-59 Bulan) Di Bakaran Batu. Journal of Pharmaceutical and Sciences, 6(4), 1523–1533. https://doi.org/10.36490/journal-jps.com.v6i4.252
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.