Abstract
Spodoptera frugiperda J.E. Smith atau ulat grayak frugiperda (UGF) telah dikonfirmasi menyerang tanaman jagung di Jawa Barat. Namun, belum ada informasi mengenai intensitas serangannya, padahal data ini sangat diperlukan untuk menentukan tindakan pengendalian yang tepat. Survei dilakukan di Kabupaten Garut (Limbangan, Wanaraja, dan Banyuresmi) dan Tasikmalaya (Sukaratu) pada tanggal 25–27 Februari 2020. Pada setiap lokasi survei, 100 tanaman sampel diamati gejala kerusakannya berdasarkan skala Davis untuk menentukan kategori tingkat kerusakannya. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa persen intensitas serangan UGF di Wanaraja (34,78%), Banyuresmi (34,78%), dan Sukaratu (39,89%) masuk ke dalam kategori kerusakan sedang. Sementara itu, kerusakan berat terjadi di wilayah Limbangan, yang merupakan salah satu sentra produksi jagung di Jawa Barat, dengan intensitas serangan mencapai 52,78%. Intensitas serangan UGF cenderung sejalan dengan tingkat serangannya yang artinya semakin banyak tanaman yang terserang maka resiko kerusakan pada tanaman akan semakin berat.
Cite
CITATION STYLE
Asfiya, W., Subagyo, V. N. O., Dharmayanthi, A. B., Fatimah, F., & Rachmatiyah, R. (2020). Intensitas serangan Spodoptera frugiperda J.E. Smith (Lepidoptera: Noctuidae) pada pertanaman jagung di Kabupaten Garut dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Jurnal Entomologi Indonesia, 17(3), 163. https://doi.org/10.5994/jei.17.3.163
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.