Abstract
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran LAPS-Heuristic lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional, bagaimana sikap keaktifan belajar siswa terhadap pembelajaran matematika. menggunakan model pembelajaran LAPS-Heuristic, dan hambatan dalam menyelesaikan pemecahan masalah. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian eksperimen semu dengan desain kelompok kontrol Nonequivalent. Sampel yang digunakan adalah dua kelas dari sebelas kelas yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Untuk mendapatkan data dari hasil penelitian, instrumen tes kemampuan pemecahan masalah digunakan, kuesioner tentang keaktifan belajar siswa, dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menggunakan model pembelajaran LAPS-Heuristic lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional, keaktifan belajar siswa dalam model pembelajaran LAPS-Heuristic hampir seluruhnya positif. Hambatan yang dialami siswa dalam menyelesaikan masalah kemampuan pemecahan masalah matematika adalah siswa kesulitan memahami pertanyaan kemampuan pemecahan masalah sehingga sulit untuk mengembangkan rencana untuk memecahkan masalah yang menyebabkan hambatan dalam penghitungan operasi yang membutuhkan akurasi.
Cite
CITATION STYLE
Rahayu, N., Karso, K., & Ramdhani, S. (2019). Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Keaktifan Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran LAPS-Heuristik. IndoMath: Indonesia Mathematics Education, 2(2), 83. https://doi.org/10.30738/indomath.v2i2.4536
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.