Abstract
Daging anjing merupakan salah satu komoditas yang diperdagangkan di Pasar Tomohon. Perdagangan daging anjing yang telah bertahun-tahun berlangsung di sana kemudian memperoleh ketidaksetujuan dari organisasi-organisasi kesejahteraan hewan (AWO) yang melakukan tindakan kolektif di level kebijakan dengan kepentingan untuk mengakhiri kegiatan tersebut. Artikel ini bertujuan untuk memaparkan 2 hal. Pertama, konteks masyarakat Minahasa di mana perdagangan daging anjing berkembang beserta mata rantainya. Kedua, proses dan hasil tindakan kolektif AWOs di level kebijakan sebagai respon terhadap perdagangan daging anjing. Pembahasan ini menggunakan pendekatan NIES (New Institutionalism In Economic Sociology) dari Victor Nee. Sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan strategi studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tindakan kolektif AWOs yang didukung oleh mekanisme pemantauan informal merupakan bentuk respon sekaligus dukungan terhadap struktur makro kesejahteraan hewan. Upaya ini dihambat sekaligus difasilitasi oleh elemen-elemen institusional yang berbeda-beda sehingga AWOs belum berhasil merealisasikan kepentingannya tetapi telah mendorong kebijakan alternatif yang mengacu pada peraturan rabies yang ditargetkan untuk memperlemah titik-titik dalam mata rantai perdagangan daging anjing
Cite
CITATION STYLE
Nanga, B. P., & Yovani, N. (2022). Tindakan Kolektif Animal Welfare Organizations (AWOS) untuk Mengakhiri Perdagangan Daging Anjing di Pasar Tomohon dari Perspektif New Institutionalism in Economic Sociology (NIES). Jurnal Syntax Transformation, 3(02), 213–225. https://doi.org/10.46799/jst.v3i2.506
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.