Studi Deskriptif Konflik dalam Komunitas Religius yang Berwajah Multikultural Ditinjau dari Aksiologi Max Scheler

  • Baylon S
N/ACitations
Citations of this article
29Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak: Kesadaran akan nilai persatuan di zaman ini sudah mulai pudar. Sekelompok orang sering menjadikan perbedaan, sebagai motif untuk memecah belah persatuan. Sehingga tidak jarang, banyak terjadi konflik diantar budaya yang tak kunjung usai. Perbedaan budaya menjadi penyebab konflik yang terjadi di antara masyarakat Indonesia salah satunya komunitas Frater. Maka dalam tulisan ini penulis mau mendalami nilai egaliter sebagai alat pemersatu di dalam komunitas Frater yang terkadang mengalami konflik. Konflik yang terjadi karena adanya pandangan yang berbeda mengenai nilai atau kebiasaan diantara budaya di dalam komunitas tersebut.  Dalam hirarki nilai Max Scheler ada nilai spiritual yang dapat menjadi landasan yang baik untuk menjadikan komunitas frater yang memiliki nilai kasih persaudaraan, sebab dalam nilai egaliter terkandung penghargaan terhadap martabat dan kedudukan manusia yang sederajat dengan manusia lainnya. Maka nilai egaliter sangatlah dibutuhkan untuk membangun komunitas religius yang ideal sesuai dengan nilai kesatuan, sehingga komunitas frater dapat tumbuh dalam multikultural yang membangun kebersamaan, tanpa menumbuhkan konflik.

Cite

CITATION STYLE

APA

Baylon, S. A. (2021). Studi Deskriptif Konflik dalam Komunitas Religius yang Berwajah Multikultural Ditinjau dari Aksiologi Max Scheler. Forum, 50(1), 100–112. https://doi.org/10.35312/forum.v50i1.290

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free