Kadar 25(OH)D pada Pasien Lupus Eritematosus Sistemik di Indonesia

  • Witan K
  • Arsita E
  • Silalahi T
N/ACitations
Citations of this article
14Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Vitamin D memiliki peran dalam sistem kekebalan tubuh, terutama sistem imun adaptif dalam toleransi diri dan menghasilkan antibodi pada pasien dengan autoimun. Defisiensi vitamin D merupakan hal yang sering ditemukan pada pasien Lupus Eritematosus Sistemik (LES). Hal ini dapat dikarenakan pantangan terhadap paparan sinar matahari, insufisiensi ginjal, penggunaan obat–obatan yang menurunkan regulasi reseptor vitamin D, dan penggunaan sunscreen. Tujuan penulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui kadar vitamin D pada pasien LES di Indonesia. Data didapatkan dari jurnal penelitian yang diambil melalui Google Scholar, Proquest, Pubmed, dan Science Direct. Hasil pencarian didapatkan 4 artikel yang mengambil lokasi penelitian di Malang, 2 artikel di Jakarta, dan 1 artikel di Yogyakarta. Simpulannya adalah bahwa 63,74% pasien LES di Indonesia memiliki defisiensi kadar vitamin D yang disebabkan oleh kurangnya paparan sinar matahari, warna kulit, penggunaan sunblock, memiliki manifestasi klinis nefritis, penggunaan obat–obatan (kortikosteroid dan anti malaria), Indeks Masa Tubuh (IMT) di atas normal, kurangnya konsumsi makanan yang mengandung vitamin D, dan konsumsi suplemen vitamin D yang tidak adekuat.

Cite

CITATION STYLE

APA

Witan, K. Y., Arsita, E., & Silalahi, T. D. A. (2022). Kadar 25(OH)D pada Pasien Lupus Eritematosus Sistemik di Indonesia. Jurnal Kedokteran Meditek, 28(2), 193–198. https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek.v28i2.2267

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free