Abstract
Produk Salt-E ini dapat me-monitoring kadar garam secara online agar memudahkan petani garam dalam mengetahui kadar garam mereka dan dapat menambah harga jual pada garam. Salt-E membutuhkan tenaga listrik untuk menyuplai sensor-sensor agar bisa berjalan dengan baik. Suplai listrik yang digunakan adalah menggunakan panel listrik tenaga surya. Tujuan penelitian ini yaitu, mengetahui penggunaan panel surya pada produk Salt-E berbasis Internet of Things (IoT), melakukan analisa performansi pada system PLTS yang digunakan. Batasan masalah pada penelitian ini yaitu sistem PLTS pada produk Salt-E yang berbasis Internet of Things (IoT) dan perhitungan performansi panel surya berkapasitas 20 Watt Peak. Berdasarkan hasil pengambilan data serta analisis yang dilakukan diperoleh kesimpulan yaitu semakin tinggi radiasi matahari maka output power dari panel surya semakin besar. Intensitas cahaya matahari maksimal didapatkan pukul 12.00 WIB sebesar 912,46 W/m2 yang menghasilkan output tegangan panel surya sebesar 15,23 Volt dan didapatkan daya sebesar 19,79 Watt. Daya maksimal yang didapatkan pada panel surya 20 Watt Peak sebesar 19,799 Watt dan daya terendah yang dihasilkan sebesar 5,24 Watt. Performansi sistem sebesar 8,90% dengan performasi photovoltaic array 12,27 %, performansi baterai 81,29%, performansi solar charge controller 89,24% dan dengan efisiensi baterai adalah 86%.
Cite
CITATION STYLE
Melkias, A. A., & Shanty Septyani Herawati. (2024). Analisa Performansi Sistem PLTS Pada Produk Salt-E Berbasis IoT. Jurnal Teknik Energi, 13(1), 8–15. https://doi.org/10.35313/.v13i1.6266
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.