Abstract
Kemampuan manajemen sekretariat dakwah merupakan tuntutan bagi manajer dakwah untuk mengoptimalkan kinerja SDM dan optimalisasi program berbasis sekretariat dalam mencapai tujuan. Manajemen sekretariat (mansekre) mampu mendayagunakan seluruh komponen sekretariat secara integral alih-alih hanya mengambil salah satu aspek saja. Sayangnya kajian mansekre saat ini masih mengambil sebagian aspek seperti pengelolaan fisik, pengelolaan SDM atau penataan norma secara parsial. Artikel ini bertujuan untuk menghadirkan cara pandang baru terhadap proses mansekre yang lebih menyeluruh. Artikel ini menggunakan pendekatan qualitative non-empirical research (conceptual research) dengan menerapkan analisis sintesis teoritis dari konsep-konsep manajemen strategi dakwah, workplace management, dan pendekatan dakwah berkelanjutan untuk menghasilkan landasan paradigmatis manajemen sekretariat dakwah berkelanjutan. Landasan paradigmatis yang ditemukan dalam artikel ini mencakup perlunya reinterpretasi manajemen dakwah sebagai proses berkelanjutan, melibatkan interaksi terus menerus dengan situasi lingkungan yang dinamis; memposisikan tujuan mansekre sebagai output yang holistik, menyangkut berbagai aspek; mendudukkan sekretariat sebagai aset strategis bagi keberjasilan program dakwah; memandang sekretariat sebagai obyek yang kompleks sehingga menuntut pengelolaan integral; mengakomodasi stakeholder secara lebih luas dengan memperhatikan pengguna & lingkungan masyrakat sekitar sekretariat.
Cite
CITATION STYLE
Arifianto, T. (2023). Paradigma Manajemen Sekretariat Dakwah Berkelanjutan: Tinjauan Teoritis. Tanzhim: Jurnal Dakwah Terprogram, 1(1), 41–62. https://doi.org/10.55372/tanzhim.v1i1.8
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.