Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi bentuk perceived social support terhadap parenting stress pada ibu yang memiliki anak batita di Bandung. Terdapat 145 responden dengan rentang usia 19 hingga 45 tahun. Responden paling banyak bekerja sebagai ibu rumah tangga. Pemilihan sampel menggunakan bentuk sampling accidental. Penelitian ini menggunakan alat ukur perceived social support, hasil adaptasi alat ukur Brigitta Louise (2017), terdiri dari 27 item dengan validitas berkisar 0.330–0.799 dan reliabilitas sebesar 0.903. Alat ukur parenting stress merupakan adaptasi alat ukur PSI-SF dari Abidin (1995), terdiri dari 34 item dengan validitas berkisar 0.370–0733 dan reliabilitas sebesar 0.928. Penelitian ini diuji mengggunakan analisis regresi sederhana. Berdasarkan pengolahan data, seluruh bentuk perceived social support berkontribusi terhadap parenting stress. Perceived emotional support (R2= 0,203; p= 0,000), perceived instrumental support (R2= 0,041; p= 0,014), perceived informational support (R2= 0,040; p= 0,016), dan perceived companionship support (R2= 0,164; p= 0,000). Dari hasil penelitian ini, ibu yang memiliki anak batita di Bandung disarankan untuk lebih aktif dalam mencari bentuk dukungan sosial yang dibutuhkan.
Cite
CITATION STYLE
Hutabarat, H. W., & Sulastra, M. C. (2023). Kontribusi Bentuk Perceived Social Support terhadap Parenting Stress pada Ibu yang Memiliki Anak Batita di Kota Bandung. Humanitas (Jurnal Psikologi), 7(3), 285–304. https://doi.org/10.28932/humanitas.v7i3.7575
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.