INDONESIA DALAM REZIM LINGKUNGAN INTERNASIONAL: IMPLEMENTASI PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN DALAM KERANGKA CONVENTION ON INTERNATIONAL TRADE IN ENDANGERED SPECIES OF WILD FAUNA AND FLORA (CITES)

  • Puspitasari A
N/ACitations
Citations of this article
69Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi Indonesia pada rezim internasional CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) dalam menangani kejahatan lingkungan transnasional terkait perdagangan satwa liar. Fokus utama adalah mengidentifikasi dan menganalisis problematika yang dihadapi Indonesia dalam melaksanakan CITES untuk mengatasi kejahatan lingkungan. Dalam membahas topik ini, pendekatan yang digunakan mencakup perspektif liberalisme, teori kejahatan lingkungan transnasional, konsep rezim internasional, dan metode penelitian berbasis kualitatif. Penemuan dalam artikel ini mencerminkan bahwa Indonesia menganggap CITES sebagai pedoman dalam proses legislasinya dan telah berkomitmen untuk mematuhi ketentuan rezim ini dalam rangka melindungi satwa liar yang terancam punah dari perdagangan internasional. Melalui keterlibatan dalam rezim internasional CITES, Indonesia mengembangkan berbagai strategi dalam menghadapi permasalahan kejahatan lingkungan ini yang dibagi ke dalam lima sektor, termasuk aspek hukum, politik, lingkungan, sosial dan budaya, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Cite

CITATION STYLE

APA

Puspitasari, A. (2023). INDONESIA DALAM REZIM LINGKUNGAN INTERNASIONAL: IMPLEMENTASI PENEGAKAN HUKUM LINGKUNGAN DALAM KERANGKA CONVENTION ON INTERNATIONAL TRADE IN ENDANGERED SPECIES OF WILD FAUNA AND FLORA (CITES). Jurnal Dinamika Global, 8(2), 335–351. https://doi.org/10.36859/jdg.v8i2.1891

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free