FAKTOR RISIKO KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KASIH FATIMAH KOTAMOBAGU

  • Thania Sumanta
  • Hariamayanti Hariamayanti
  • Ani Retni
N/ACitations
Citations of this article
19Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Asfiksia adalah keadaan dimana bayi baru lahir tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur segera setelah lahir sehingga bayi tidak mampu memasukkan oksigen dan tidak mampu mengelurkan zat asam arang dari tubuhnya, sehingga dapat menurunkan O² (oksigen) . Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi Faktor Risiko Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir di RSIA Kasih Fatimah Kotamobagu. Desain penelitian ini menggunakan kuantitatif pendekatan cross sectional dengan jumlah responden 52 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan Uji Chi-square pada setiap variabel. Hasil penelitian ini didapatkan faktor Risiko Kejadian Asfiksia Pada Bayi Brau lahir antara lain usia ibu (p=0.001), usia kehamilan (p=0.002), berat badan lahir (p=0.000), air ketuban (p=0.002), lilitan tali pusa (p=0.001). Usia ibu (RR : 1.98), usia kehamilan (RR :1.80), berat badan lahir (RR :1.69), air ketuban (RR : 180), lilitan tali pusat (RR : 1.84). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan usia ibu, usia kehamilan, berat badan lahir, air ketuban, lilitan tali pusat dengan Faktor Risiko Kejadian Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir. Diharapkan terutama pada bu hamil agar melakukan antenatal care secara teratur agar mudah dideteksi adanya kelainan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Thania Sumanta, Hariamayanti Hariamayanti, & Ani Retni. (2023). FAKTOR RISIKO KEJADIAN ASFIKSIA PADA BAYI BARU LAHIR DI RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK KASIH FATIMAH KOTAMOBAGU. Jurnal Ilmu Kesehatan Dan Gizi, 1(1), 109–120. https://doi.org/10.55606/jikg.v1i1.854

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free