Abstract
Minimnya informasi dan referensi mengenai resiko kebakaran hutan menyebabkan tindakanpengendalian kebakaran hutan di Jambi tidak terlaksana secara efektif dan efisien. Oleh karena itudiperlukan suatu model resiko kebakaran hutan berbasis faktor-faktor penyebab kebakaran sebagaisuatu inovasi alternatif dalam mendukung pengendalian kebakaran hutan. Analisis regresi liniervariabel prediktor biofisik dan perilaku manusia (antropogenik) terhadap kejadian kebakaran hutan diJambi menunjukkan pengaruh signifikan sebesar 80,5% dengan bentuk persamaan: Y = 2,380 - 0,02 X1+ 2,45 X2 - 0,67 X3 – 1,07 X4 – 0,79 X5 - 0,32 X6 - 0,18 X7 + 1,17 X8. Analisis confussion matrixmenegaskan akurasi model spasial resiko kebakaran hutan yang terbentuk dengan tingkat akurasi80,24% dan secara spasial sebagian besar wilayah Provinsi Jambi termasuk dalam kategori risikotinggi kebakaran hutan.Kata kunci: pengendalian kebakaran hutan, Model spasial resiko kebakaran hutan
Cite
CITATION STYLE
Widodo, R. B. (2014). Pemodelan Spasial Resiko Kebakaran Hutan (Studi Kasus Provinsi Jambi, Sumatera). JURNAL PEMBANGUNAN WILAYAH & KOTA, 10(2), 127. https://doi.org/10.14710/pwk.v10i2.7643
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.