Bitcoin Sebagai Alat Lindung Nilai Inflasi, Tidak Sebagai “Save Haven”

  • Silalahi B
  • Waspada I
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Selama pandemi COVID-19 baru-baru ini, banyak kesamaan yang dimiliki oleh Bitcoin dan emas yang menimbulkan pertanyaan apakah Bitcoin dapat melindungi nilai inflasi atau menjadi safe haven seperti yang sering dilakukan oleh emas. Dengan mengestimasi model Vector Autoregression (VAR), peneliti memberikan bukti sistematis mengenai hubungan antara inflasi, ketidakpastian, dan harga Bitcoin dan emas. Bitcoin mengalami kenaikan akibat guncangan inflasi (atau perkiraan inflasi), mengonfirmasi sifat lindung nilai inflasi yang  diklaim oleh para investor. Namun, tidak seperti emas, harga Bitcoin menurun sebagai respon terhadap guncangan ketidakpastian keuangan, menolak kualitas safe haven. Menariknya, harga Bitcoin tidak menurun setelah guncangan ketidakpastian kebijakan, sebagian konsisten dengan gagasan independensi Bitcoin dari otoritas pemerintah. Peneliti juga menemukan asimetri yang menarik dalam pendorong dinamika harga Bitcoin antara pasar bullish dan bearish. Temuan utama ini berlaku dengan atau tanpa adanya peristiwa pandemi COVID-19.

Cite

CITATION STYLE

APA

Silalahi, B., & Waspada, I. (2024). Bitcoin Sebagai Alat Lindung Nilai Inflasi, Tidak Sebagai “Save Haven.” Economics Professional in Action (E-Profit), 6(2), 110–119. https://doi.org/10.37278/eprofit.v6i2.820

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free