Abstract
Kapanewon Patuk merupakan wilayah bagian dari kabupaten Gunungkidul yang memiliki potensi besar dalam budidaya buah sirsak. Masyarakat selama ini menjual produk langsung ke pasar tradisional. Sehingga penjualan buah sirsak Rp 4.000/ kg yang membuat pendapatan yang tidak seberapa. Untuk mengatasi masalah ini, diusulkan program pengabdian yang berfokus pada pelatihan manajemen SDM dan sosialisasi produksi dengan menggunakan alat pemisah biji sirsak bagi kelompok UMKM "Tani Hasil Kebun". Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengolah buah sirsak menjadi produk frozen yang bernilai jual lebih tinggi, meningkatkan efisiensi dan kuantitas produksi melalui penggunaan alat pemisah biji yang dirancang khusus. Metode kegiatan ini meliputi 5 tahap yaitu observasi, identifikasi masalah, pelaksanaan pelatihan, pembuatan SOP dan jobdesk, dan pembuatan desain alat pemisah biji buah sirsak. Hasil dari kegiatan ini menjadikan produktivitas pengolahan buah sirsak menjadi lebih efisien. Estimasi pemisahan biji sirsak yang awalnya membutuhkan 15 menit untuk 1 buahnya menjadi 15 menit untuk setiap 5 kg buah. Selain itu dengan adanya alat ini akan menaikkan harga pasaran dari produk mentah menjadi produk olahan. Berdasarkan hasil dari kegiatan ini, masyarakat menjadi lebih kreatif dalam mengolah hasil panen buah sirsak. Selain itu, kegiatan ini memberikan nilai tambah pada hasil panen sirsak dengan mengubah penjualan sirsak mentah menjadi penjualan produk olahan.Kapanewon Patuk is a part of Gunungkidul district which has great potential in cultivating soursop fruit. People have been selling products directly to traditional markets. So the sale of soursop fruit is IDR 4,000/kg, making a small income. To overcome this problem, a community service program is proposed that focuses on HR management training and socialization of production using a soursop seed separator for the MSME group "Garden Produce Farmers". This program aims to increase farmers' knowledge and skills in processing soursop fruit into frozen products with higher selling value, increasing production efficiency and quantity through the use of specially designed seed separator tools. This activity method includes 5 stages: observation, problem identification, implementation of training, creation of SOPs and job desks, and design of a soursop seed separator tool. The results of this activity make soursop fruit processing productivity more efficient. Estimates for separating soursop seeds, which initially required 15 minutes for 1 fruit, have become 15 minutes for every 5 kg of fruit. Apart from that, this tool will increase the market price from raw products to processed products. Based on the results of this activity, the community became more creative in processing the soursop fruit harvest. In addition, this activity provides added value to the soursop harvest by converting sales of raw soursop into sales of processed products.
Cite
CITATION STYLE
Muhammad Priya Permana, & Supriyanto, S. (2024). PELATIHAN MANAJEMEN USAHA DAN SOLIALISASI ALAT PEMISAH BIJI SIRSAK PADA KELOMPOK UMKM “TANI HASIL KEBUN” DI PATUK, GUNUNGKIDUL. Jurnal Abdi Insani, 11(2), 1561–1572. https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v11i2.1691
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.