Efektivitas Intervensi Self-Compassion Writing Terhadap Stres dan Well-Being Mahasiswa

  • Aini Q
  • Maulana H
  • Ariyani M
N/ACitations
Citations of this article
35Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Addressing mental health issues among Indonesian college students is crucial due to the high prevalence of stress. Students face significant stress from academic workloads, challenging assignments, and financial constraints, which can lead to long-term consequences such as academic decline, diminished quality of life, and social dysfunction. Despite this need, universities often lack sufficient mental health support due to social-psychological barriers and resource limitations. While individuals may independently manage early-stage stress symptoms—referred to as coping—students require empirically validated, effective, and accessible coping strategies. One emerging coping model is instilling self-compassion (SC), which involves showing unconditional kindness to oneself when facing pressure. SC can be delivered through writing interventions as a means of self-help. Data were collected from 32 student participants using a within-subject experimental design to measure stress (Perceived Stress Scale/PSS), well-being (Satisfaction with Life/SWLS), and self-compassion (Self-Compassion Scale/SCS). The data analysis technique used was Repeated Measure ANOVA. The study results showed that the self-compassion writing intervention was not effective in reducing stress, nor was it effective in improving well-being and self-compassion. Keywords: College student, Coping strategy model, Self-compassion writing, Stress, Well-beingMengatasi masalah kesehatan mental di kalangan mahasiswa Indonesia sangat penting karena tingginya prevalensi stres. Mahasiswa menghadapi stres dari beban akademik, tugas yang menantang, dan keterbatasan keuangan, yang dapat menyebabkan konsekuensi jangka panjang seperti penurunan prestasi akademik, penurunan kualitas hidup, dan disfungsi sosial. Meski tingginya kebutuhan, universitas sering kali kekurangan dukungan kesehatan mental yang memadai karena hambatan sosial-psikologis dan keterbatasan sumber daya. Meskipun individu dapat secara mandiri mengelola gejala stres tahap awal—yang disebut sebagai coping—mahasiswa memerlukan strategi coping yang efektif, teruji secara empiris, dan mudah diakses. Salah satu model coping yang sedang berkembang adalah menanamkan self-compassion (SC), yang melibatkan menunjukkan kebaikan tanpa syarat kepada diri sendiri saat menghadapi tekanan. SC dapat disampaikan melalui intervensi menulis sebagai sarana self-help. Data dikumpulkan dari 32 partisipan mahasiswa dengan teknik eksperimen within-subject design untuk mengukur stres (Perceived Stress Scale/PSS), well-being (Satisfaction with Life/SWLS), serta self-compassion (Self-Compassion Scale/SCS). Teknik analisis data yang digunakan adalah Repeated Measure ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi self-compassion writing tidak efektif dalam menurunkan stres, serta tidak efektif dalam meningkatkan well-being dan self-compassion. Kata Kunci: Mahasiswa, Model strategi coping, Self-compassion writing, Stres, Well-being

Cite

CITATION STYLE

APA

Aini, Q., Maulana, H., & Ariyani, M. (2025). Efektivitas Intervensi Self-Compassion Writing Terhadap Stres dan Well-Being Mahasiswa. Jurnal Penelitian Dan Pengukuran Psikologi: JPPP, 14(2), 114–126. https://doi.org/10.21009/jppp.142.03

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free