EDUKASI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) SEBAGAI PENDETEKSIAN AWAL KANKER PAYUDARA BAGI KARYAWATI DAN MAHASISWI

  • Nugraheny D
  • Asih Pujiastuti
  • Esa Rengganis
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sekarang ini kanker payudara banyak ditemukan pada perempuan yang berusia di bawah 50 tahun, hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya hidup, informasi pengetahuan yang kurang tentang merawat diri untuk mendukung kesehatan payudara serta membangun kebiasaan deteksi dini. Salah satu metode termudah yang dapat digunakan untuk mendeteksi gejala kanker payudara secara dini adalah SADARI yaitu Periksa Payudara Sendiri. Selama ini edukasi SADARI belum pernah diberikan di lingkungan kampus Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto sehingga kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang kanker payudara kepada mahasiswi dan karyawati di Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto dengan metode SADARI. Metode edukasi SADARI ini disampaikan melalui konseling kesehatan oleh ahli medis yang berpengetahuan luas tentang kanker payudara, serta sesi berbagi pengalaman dengan penyintas kanker payudara. Hasil dari kegiatan edukasi ini melalui pre-test dan post-test terjadi peningkatan pengetahuan peserta yang semula rata-rata 79.97% menjadi 84.89%. Adanya Edukasi SADARI kanker payudara pada Mahasiswi dan Karyawati di Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, membangun kebiasaan deteksi dini, dan membantu mencegah risiko di masa depan serta dapat meningkatkan peluang kesembuhan dan mengurangi tingkat keparahan penyakit.At present, breast cancer is commonly found among women under 50 years old. This situation may occur due to lifestyle changes, limited knowledge about how to care for breast health, and the lack of early detection habits. One of the easiest methods to detect breast cancer symptoms early is SADARI, or Self-Breast Examination. So far, SADARI education has never been conducted at the Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto. Therefore, this community service activity aims to educate female students and staff at Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto about breast cancer using the SADARI method. This education was carried out through health counseling by medical experts experienced in breast cancer, as well as sharing sessions with breast cancer survivors. Based on the pre-test and post-test results, participants’ knowledge improved from an average of 79.97% to 84.89%. Through this SADARI breast cancer education, it is expected that female students and staff at Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto will become more aware, develop early detection habits, and help prevent future risks, thereby improving recovery chances and reducing disease severity.

Cite

CITATION STYLE

APA

Nugraheny, D., Asih Pujiastuti, Esa Rengganis, Yuliani Indrianingsih, Anton Setiawan H, & Redha Okta Silfina. (2026). EDUKASI PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) SEBAGAI PENDETEKSIAN AWAL KANKER PAYUDARA BAGI KARYAWATI DAN MAHASISWI. Jurnal Edukasi Pengabdian Masyarakat, 5(1), 27–36. https://doi.org/10.36636/eduabdimas.v5i1.8381

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free