Hermeneutika Hadis tentang “ Hidupkan Saya Bersama Orang Miskin.” (Analisis Kualitas dan Sharh Hadis)

  • Siregar K
N/ACitations
Citations of this article
65Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstract This article discusses the text of the hadith: "Hadith Turns Me With the Poor People" from the side of the hadiths and understands the hadith using the hermeneutic theory approach in the hadith. This research is research based on the library (library research). The approach used is descriptive qualitative which aims to describe or describe the existing or actual facts of the object under study. The results of this study indicate that the quality of the hadiths from the narrative path is dha'if (weak) based on the comments of hadith critics scholars in the books of al-jarh wa al-ta'dil and the hadith scholars conclusion that hadith dha'īf is not including false  it can be part of moralities. The real method of hermeneutics to explain hadith texts contributes to enriching the explanation of the explanation hadiths, or sharh hadiths, so the meaning of the hadith text is that the words of miskin( poverty), al-masakin(needy) mean humility, reverence, and humbleness. And the meaning of hadith has been strengthened by presenting other hadiths as witnesses or i'tibar(regard). Keywords: hermeneutics, hadith, poor. Abstrak Artikel ini membahas teks hadits: “Hadits Hidupkan Saya Bersama Orang Miskin” dari sisi sanad/jalur periwayatan hadistnya dan memahami hadits dengan pendekatan teori hermeneutika dalam hadits. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif berdasarkan perpustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan atau menggambarkan kenyataan yang ada atau kenyataan aktual dari objek yang diteliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kulitas hadist dari jalur periwayatnya dha’if atau lemah berdasarkan komentar ulama kritikus hadits dalam kitab-kitab al-Jarh wa al-Ta’dil  dan simpulan ulama hadits  bahwa hadits dha’if  yang bukan  hadits palsu dapat dijadikan bagian dari fadha’il al-a’mal. Sesungguhnya metode hermeneutika untuk menjelaskan  teks-teks hdits memberi kontribusi memperkaya upaya penjelasan/ syarh  hadits/ teks hadits maka  makna teks hadits  bahwa  ucapan kemiskinan / miskinan , al-masakin  maknanya adalah kerendahan hati, ke_khusyu’-an dan tawadhu’. Dan makna hadits telah dikuatkan dengan menghadirkan hadits-hadits lain sebagai syaksi/i’tibar. Kata Kunci:  hermeneutika, hadits, miskin

Cite

CITATION STYLE

APA

Siregar, K. I. S. (2021). Hermeneutika Hadis tentang “ Hidupkan Saya Bersama Orang Miskin.” (Analisis Kualitas dan Sharh Hadis). Hayula: Indonesian Journal of Multidisciplinary Islamic Studies, 5(1), 111–128. https://doi.org/10.21009/005.01.06

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free