KONSEP KELUARGA SAKĪNAH DALAM ALQURAN

  • Zaelani A
  • Issusanto I
  • Hanif A
N/ACitations
Citations of this article
131Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Membentuk keluarga bahagia (sakīnah) tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak rintangan menghadang, dan dinamika yang mengguncang. Diperlukan pemahaman yang dalam untuk bisa menjalankannya sehingga cita-cita menjadi keluarga bahagia dapat terwujud. Berdasarkan pendekatan normatif, ditemukan konsep keluarga sakīnah dalam Alquran. Setelah ditelusuri, dalam Alquran secara implisit dijelaskan hakikat, visi dan fungsi berkeluarga. Terkonsep dalam Alquran, agar terbentuk keluarga sakīnah, diperlukan etika yang baik oleh anak kepada orang tua, menerapkan prinsip saling menerima, menghargai, mempercayai dan melengkapi, membudayakan berbuat kebaikan, saling memposisikan diri masing-masing, mendidik  keluarga (intelektual, kepribadian dan sosial, akidah dan akhlak), serta menjalin hubungan akrab: menjalin ikatan cinta antara anak dan orang tua (ouderlikemacht).

Cite

CITATION STYLE

APA

Zaelani, A. Q., Issusanto, I., & Hanif, A. (2021). KONSEP KELUARGA SAKĪNAH DALAM ALQURAN. El-Izdiwaj: Indonesian Journal of Civil and Islamic Family Law, 2(2), 36–60. https://doi.org/10.24042/el-izdiwaj.v2i2.10897

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free